Wawasan Kepemiluan

Contoh Penerapan Mufakat dalam Masyarakat dan Pemerintahan

Mufakat adalah bagian dari budaya politik Indonesia yang menjadi nilai dalam sistem demokrasi Pancasila. Mufakat tidak hanya metode pengambilan keputusan, namun juga cerminan dari nilai kebersamaan, gotong royong, keadilan, dan rasa saling menghargai terhadap pendapat orang lain.

Mufakat sendiri merupakan keputusan yang diambil secara bersama didasarkan pada hasil musyawarah yang bebas paksaan. Hal ini adalah suatu prinsip dasar bahwa setiap individu memiliki hak untuk mengemukakan pendapat dan ikut terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Dalam masyarakat dan pemerintahan, mufakat digunakan untuk menjaga keharmonisan, mengurangi konflik, dan menciptakan keputusan yang dapat diterima banyak pihak.

Contoh Penerapan Mufakat dalam Masyarakat

1. Musyawarah di Tingkat Desa

Musyawarah tingkat desa merupakan hal umum yang dilakukan di berbagai daerah sebagai wadah penyampaian gagasan dan ide dalam upaya mencapai keputusan bersama. Melalui proses mufakat hal ini menjadi agenda penting dalam upaya penentuan program pembangunan, kegiatan adat, atau alokasi dana desa. Keputusan dicapai setelah setiap warga menyampaikan pendapat, lalu dicari titik temu yang dapat diterima bersama.

2. Penyelesaian Konflik Antarwarga

Di dalam lingkungan pasti kita jumpai perselisihan atau konflik antar masyarakat. Ketika terjadi perselisihan, tokoh masyarakat dan lembaga adat biasanya melakukan mediasi antara pihak. Proses ini dilakukan dengan musyawarah sehingga keputusan yang diambil akan adil dan tidak berat sebelah. Kesepakatan bersama dianggap lebih efektif daripada penyelesaian secara hukum yang bersifat memaksa.

3. Pemilihan Ketua Organisasi Lokal

Organisasi masyarakat seperti karang taruna, kelompok pengajian, atau komunitas hobi biasanya memilih pengurus melalui diskusi dan mufakat. Jika calon memiliki dukungan relatif seimbang, maka diutamakan kompromi agar tidak terjadi perpecahan antaranggota.

4. Rapat Sekolah atau Komite Orang Tua

Dalam dunia pendidikan, pengambilan keputusan terkait kegiatan sekolah, ataupun kebijakan di sekolah perlu melibatkan orang tua murid dan pihak sekolah. Hal ini dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai keputusan bersama memperkuat rasa memiliki terhadap kebijakan yang dibuat.

Contoh Penerapan Mufakat dalam Pemerintahan

1. Pengambilan Keputusan di DPR

Meskipun sistem voting seringkali digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Namun, DPR tetap mengedepankan mufakat dalam pembahasan rancangan undang-undang. Agenda seperti rapat fraksi, panitia khusus, dan panitia kerja akan terus menyatukan pandangan sebelum melakukan voting. Ketika mufakat dicapai, keputusan lebih diterima seluruh pihak dan meminimalkan polarisasi.

2. Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan)

Musrenbang merupakan forum tahunan pemerintah dari tingkat desa hingga nasional untuk menentukan prioritas pembangunan. Tahapan dan proses ini dilakukan melalui musyawarah antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan. Hal ini penting untuk menentukan prioritas pembangunan kedepan yang berorientasi kepada masyarakat melalui mufakat yang merupakan aspirasi dari masyarakat.

3. Penyusunan Kebijakan Pemerintah Daerah

Bupati, wali kota, dan gubernur sering melibatkan tokoh masyarakat, akademisi, dan organisasi lokal dalam perumusan kebijakan. Diskusi dilakukan secara terbuka hingga ditemukan keputusan yang mengakomodasi semua pihak.

Penerapan mufakat, baik di masyarakat maupun pemerintahan, merupakan wujud nyata dari nilai-nilai Pancasila. Melalui musyawarah dan kesepakatan bersama, keputusan dapat lahir dengan adil, inklusif, dan dapat diterima berbagai pihak. Penerapan nilai mufakat bukan hanya memperkuat demokrasi, tetapi juga menjaga keharmonisan sosial yang menjadi ciri khas budaya Indonesia.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 350 kali